Akhir
pekan lalu, saya dan teman-teman saya yang tergabung di Instagram 50mm.foodies mereview salah satu cafe baru
di Bandung, d'INDSOMNIA. Waktu pertama dengar, saya langsung terbayang kalau
ini pasti cafe dengan menu utama Indomie dan kawan-kawannya. Ternyata saya
salah, menu di d'INDSOMNIA ini variatif sekali, and to be honest saya
suka Main Course-nya. Penasaran? Saya bahas di bawah yaa..
Nyatanya yang bisa dilihat disana hanya kandang kelinci dan domba. Itupun karena saya kesana saat musim liburan, kandang domba yang sempit hanya bisa saya lihat seumprit karena berebutan dengan pengunjung lainnya.
| Domba di Farmhouse Lembang sedang di cukur |
Tiket masuknya Rp 20.000 dan kita bisa menukarkan tiket masuk dengan segelas susu murni (ada 3 pilihan rasa, stroberi, coklat dan original) atau dengan sebuah sosis bakar. Saya menyarankan untuk menukarkan dengan sosis bakar, karena sosis bakarnya (menurut saya yang penyuka sosis) enak banget. Juicy! Tapi kalau tidak suka sosis, susunya pun enak kok. Saya tidak begitu suka minum susu jadi buat saya sih rasanya ya so so.
Jadi, sebenarnya tempat apakah Farmhouse ini? In my sok tahu opinion, Farmhouse Lembang ini ditujukan untuk mereka yang senang mengunjungi tempat yang baru dan berfoto atau selfie. Iya, banyak spot bagus untuk diabadikan di Farmhouse Lembang ini.
Kita juga bisa menyewa pakaian ala farmhouse di Belanda untuk dipakai foto-foto selama berada di kawasan Farmhouse Lembang. Harga sewa baju Belanda di Farmhouse Rp 50.000.
Farmhouse Lembang buka setiap hari jam 09.00 - 22.00.
Untuk yang mudah lapar dan tidak membawa makanan sendiri (sejauh yang saya tahu tidak masalah membawa makanan ke dalam lokasi Farmhouse), jangan khawatir karena di dalam banyak dijual makanan baik berupa resto maupun kedai sosis.
Saya mencoba resto di dalam Farmhouse yang set restonya instagrammable banget. Dilihat dari menunya, harganya termasuk ke mahal ya, karena ratenya diatas Rp 50.000 per porsi. Tapi ternyata sepadan sama rasanya yang memang enak. Menu makanannya bisa dikategorikan Internasional Food karena ada pasta, steak juga nasi goreng.
Untuk yang mudah lapar dan tidak membawa makanan sendiri (sejauh yang saya tahu tidak masalah membawa makanan ke dalam lokasi Farmhouse), jangan khawatir karena di dalam banyak dijual makanan baik berupa resto maupun kedai sosis.
Saya mencoba resto di dalam Farmhouse yang set restonya instagrammable banget. Dilihat dari menunya, harganya termasuk ke mahal ya, karena ratenya diatas Rp 50.000 per porsi. Tapi ternyata sepadan sama rasanya yang memang enak. Menu makanannya bisa dikategorikan Internasional Food karena ada pasta, steak juga nasi goreng.
| narsis sekeluarga :D |
| dekorasi resto |
| dekorasi resto yang banyak dipakai selfie |
| dekorasi resto yang bikin pengen punya di sudut rumah |
Nah, ini yang paling heboh dari Farmhouse Lembang, Rumah Hobbit. Sudah pada tahu dong yaa..hobbit itu apa. Iya, hobbit si pemeran sequel film The Lord of The Ring yang diperankan oleh Elijah Wood. Bentuk rumahnya di film itu dibuat replikanya di sini. Kebetulan waktu saya sampai di sana, yang antri di depan pintu rumah hobbit ini sudah banyak sekali.
| antrian di depan Rumah Hobbit Farmhouse Lembang |
| banyak yang menyerah dari antrian, lalu akhirnya selfie dari jauh saja |
Yah, begitulah kira-kira pengalaman pertama saya ke Farmhouse Lembang. Masih banyak spot yang belum sempat saya foto karena begitu ramainya orang saat itu (suruh siapa datang pas long-weekend, ya! :P)
Kesimpulannya, tempatnya bagus buat foto-foto. Jadi baiknya datang di hari kerja saat tidak begitu banyak orang yang berkunjung supaya bisa dapat spot foto bagus tanpa harus berebutan atau mengantri terlalu lama.
Alamat Farmhouse Lembang:
Jalan Raya Lembang No. 108 Bandung
Halo teman-teman di Bandung!
Dapet amanah dari empunya Blood 4 Life Indonesia untuk menyebarkan ini. Apasih Blood4LifeID? Bisa di baca disini ya: blood4lifeid.com kalau saya yang menjelaskan takut salah. 😄
Yang pasti, 2 VISI @Blood4LifeID:
- Memperbesar kemungkinan terpenuhinya kebutuhan darah yang dibutuhkan.
- 2% warga NKRI mendonorkan darahnya setiap tahunnya. (Sekitar 5 juta kantong/tahun)
Tugas utama Volunteer BFL Chapter adalah:
1. Membuat kampanye kreatif untuk mengedukasi masyarakat kotanya agar SADAR akan 4 hal:
# SADAR Golongan Darah diri sendiri.
# SADAR Manfaat & Pentingnya donor darah untuk diri sendiri.
# SADAR Potensi diri untuk Donor Darah Apheresis.
# SADAR Bahaya Laten Thalassemia terhadap keturunan.
2. Mencari orang orang yang pernah dan potensial untuk Donor Darah Apheresis, dan mengajak mereka untuk bergabung dalam komunitas @BFLApheresis.
3. Membentuk @BFLCampus yang merupakan Ambassador BFL di kampus kampus yang ada di kota masing masing.
4. Membuat kampanye kreatif GERAKAN #Sweet17DonDar kepada anak anak remaja di kota masing masing.
Mulia banget kan, ya? 😇
Blood4LifeID Bandung Chapter baru akan di bentuk. Saya menyarankan untuk yang punya hasrat ingin jadi volunteer, atau ingin adiknya, sepupunya, anaknya, temannya, pacarnya, TTMnya punya kegiatan yang sangat bermanfaat, ini saat yang tepat. Ayo ajak mereka semua untuk gabung ya! Kita saling membantu dalam kebaikan, inshaallah hidup jadi lebih bermanfaat. 😊
Feel free untuk repost ini bagi yang membutuhkan. Thanks!
Hari ini saya mengantar adik ke Art Workshop: Learn How to Create Desserts Painting with Watercolor Technique with Wewocraft. Tempatnya di Sweet Home Cafe & Resto, Jalan Setiabudhi No. 148 Bandung alias di kompleknya Borma Setiabudi.
Berhubung saya yang kekeuh daftarin, jadi saya bertanggung jawab nungguin dia sampai selesai. Kenapa kekeuh? I'll explain in another blogpost yaa..
Nah karena ini cafe tidak mungkin dong saya hanya numpang duduk. Tergodalah untuk icip-icip. So here's the review..
| Sweet Home Cafe & Resto, Setiabudhi Bandung |
TEMPAT
Menuju ke Sweet Home Cafe sudah tentu macet sekali yaa.. Namanya Bandung on the weekend, Setiabudi pula. Tapi kemana sih yang tidak macet? Begitu sampai langsung terbayar. Sesuai dengan namanya, ini cafe memang sweet. Banyak boneka dan pajangan yang bikin ingin punya untuk di rumah. Bernuansa hampir serba putih.
| Nuansa serba putih ala country house |
| Banyak boneka dan properti foto |
| Ada ruangan private yang bisa dipakai untuk arisan kecil atau workshop |
Semi-outdoor, berasa lagi duduk di teras rumah sendiri. Pilihan tempat duduknya ada yang berkursi kayu dan ada juga sofa. Cozy, tentunya. Apalagi saya menunggu hampir 3 jam. Untung saya bawa laptop, jadi bisa sambil nge-blog. Hehehe.. Tidak perlu khawatir juga karena di cafe ini disediakan banyak stop kontak untuk nge-charge. Lalu ada wifi, hore!
MENU
Menu makanan yang disediakan Sweet Home Cafe ini beragam dan 50-50 antara main dishes dengan dessert. Pilihan minumannya juga banyak. Kalau soal rasa, balik lagi ke selera ya. Saya sih hanya pesan dessert dan cukup puas dengan rasanya.
Saya pesan minuman yang bernama Lemongrass Berry. Pas di rasa sih lebih banyakan lemon dan serehnya dibanding berry-nya. Yang membuat saya pesan minuman ini karena dia berbentuk seperti mojito, tapi tanpa soda. Saya sudah beberapa tahun menghindari soda.
| Lemongrass Berry |
Saya pesan dua jenis makanan, Cheesy Fries dan Matcha Waffle. Satu asin, satu manis.
Cheesy Fries tidak saya foto karena yaahh you know semua tempat juga jual kayaknya ya. Ini semacam kentang goreng dipanggah bersama keju dan saus tomat. Rasanya lumayan dan tidak terlalu salty seperti di cafe kebanyakan.
Matcha wafflenya unyu!. Berisi matcha-based waffle di beri green tea ice cream dan topping coklat serta stroberi. yumm!
| Matcha Waffle |
HARGA
Harga di Sweet Home Cafe menurut saya sih below rate dari resto sejenis lainnya di Bandung. Minuman Lemongrass Berry harganya 12.000 IDR. Cheesy Fries 21.000 IDR. Matcha Waffle 25.000 IDR. Terjangkau kan yaa..
Bye now!



